Salam kasih persaudaraan untuk semuanya. Tahun 2022 hampir berlalu. Banyak hal telah terjadi. Satu lagi tahun penuh badai dahsyat, banjir, kebakaran, gempa bumi, perang, dan desas-desus peperangan. Amerika telah melalui satu musim lagi pemilihan politik, menyebabkan kaum konservatif dan liberal semakin terpolarisasi menjadi pihak-pihak yang saling berlawanan.
Akhir-akhir ini, saya merenungkan keadaan kehidupan sebagai seorang Kristen yang berkomitmen dan percaya pada Alkitab di dunia kita sekarang. Tentu, ada tempat-tempat tertentu di dunia kita di mana orang Kristen terus-menerus hidup dalam ancaman dipenjara atau dibunuh hanya karena mereka berusaha hidup sesuai dengan Firman Allah. Namun, dunia tampaknya bergerak ke arah pandangan yang semakin negatif terhadap umat Allah. Dalam kecenderungan yang terus berkembang ini, terdapat peningkatan permusuhan yang mengejutkan terhadap orang percaya yang berkomitmen.
Apa yang sedang terjadi? Saya telah melakukan banyak percakapan dengan berbagai orang percaya dari seluruh negeri yang tampak semakin khawatir tentang kejahatan yang kini terus meraih kemenangan atas kebaikan, tentang agenda liberal yang mengungguli gaya hidup konservatif, dan masih banyak lagi. Inflasi yang melonjak saat ini, potensi biaya pemanasan yang belum pernah setinggi ini bagi banyak orang, desas-desus kenaikan suku bunga, dan kelangkaan barang yang terus berlangsung semuanya cenderung mengguncang perasaan seseorang bahwa keadaan masih berjalan normal.
Bagi kita sebagai orang Kristen, marilah kita selalu tetap memusatkan perhatian pada Allah di sorga. Inilah Allah yang diberitakan Paulus di Bukit Mars—Allah yang menjadikan dunia dan segala isinya, karena Dialah Tuhan langit dan bumi, Ia tidak diam di kuil-kuil buatan tangan manusia; juga tidak dilayani oleh tangan manusia seolah-olah Ia memerlukan sesuatu, karena Dialah yang memberi kepada semua orang hidup, napas, dan segala sesuatu; –Kisah Para Rasul 17:24-25.
Marilah kita berhenti memusatkan perhatian pada kenyataan bahwa kejahatan tampaknya menguasai dan meningkat di sekitar kita dan kemudian menyimpulkan bahwa entah bagaimana Iblis saat ini mempunyai keunggulan. Sebaliknya, marilah kita diingatkan tentang apa yang dikatakan Firman Allah. Tetapi orang jahat dan penipu akan makin bertambah jahat, menyesatkan dan disesatkan. Tetapi engkau harus tetap berpegang pada apa yang telah engkau pelajari dan yakini, dengan mengetahui dari siapa engkau telah mempelajarinya; dan bahwa sedari kecil engkau telah mengenal Kitab-kitab Suci, yang dapat memberi hikmat kepadamu untuk keselamatan oleh iman dalam Kristus Yesus. Seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, untuk mendidik dalam kebenaran, supaya manusia Allah menjadi sempurna, diperlengkapi sepenuhnya untuk setiap perbuatan baik –2 Timotius 3:13-17.
Marilah kita terus mengarahkan pandangan kita kepada Yesus …pemula dan penyempurna iman kita; yang demi sukacita yang tersedia bagi-Nya menanggung salib, menganggap remeh kehinaannya, dan kini duduk di sebelah kanan takhta Allah –Ibrani 12:2. Daripada percaya pada kebohongan Iblis bahwa ia entah bagaimana sedang memenangkan pertempuran untuk Kebenaran saat ini, marilah kita ingat bahwa Alkitab mengungkapkan bahwa Iblis tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Allah memberinya keleluasaan sementara. Bagi mereka yang menyaksikan, tampaknya Iblis sepenuhnya berada di atas angin ketika Yesus disalibkan dan dikuburkan. Sungguh mengejutkan! Tanpa disadarinya, Iblis telah membiarkan Allah menggunakan dirinya untuk menggenapi segala sesuatu yang telah dinubuatkan di seluruh Kitab Suci. Demikian juga hari ini… Allah sekali lagi akan memberi Iblis keleluasaan sejauh yang diperlukan untuk menggenapi segala sesuatu yang telah dinubuatkan Alkitab akan terjadi mengenai akhir zaman.
Dalam edisi majalah ini, kami sekali lagi berusaha menghadirkan informasi dalam artikel-artikel yang berguna dan relevan dengan masa kita dalam sejarah. Saudara Leonard Martin, seorang uskup di salah satu gereja kami, telah membagikan suatu nasihat mengenai karunia rohani di gereja dengan sejumlah pengamatan yang jelas dan praktis bagi kita saat ini. Artikel yang kami pilih untuk dibagikan dari “Bible Helps” dalam edisi ini adalah salah satu uraian terbaik tentang pokok “iman dan perbuatan” yang pernah saya baca. Penulis bahkan membahas secara mendalam, dengan kesederhanaan dan kejelasan alkitabiah, pokok-pokok kontroversial tentang pemilihan ilahi dan predestinasi. Akhirnya, kami menyajikan The Foolishness of Preaching, sebuah penilaian mengenai dasar penggunaan “panggilan altar” oleh gereja-gereja—apakah itu berlandaskan pada Kitab Suci dan sejarah gereja ataukah itu metode yang dipinjam gereja dari dunia pada tahun-tahun belakangan ini?!
Semua ini pasti akan membangkitkan pemikiran dan diskusi—yang merupakan tujuan kami dengan jenis artikel seperti ini. Silakan menanggapi melalui surel atau surat biasa dengan pandangan Anda berupa peringatan atau dorongan. Ini bermanfaat bagi kami dan penulis-penulis kami. Ketika Anda menulis, kami juga mohon agar Anda menyatakan apakah Anda mengizinkan atau tidak mengizinkan kami menggunakan pertanyaan atau komentar Anda dalam majalah kami. Kami telah menerima berbagai permintaan untuk membentuk rubrik di majalah kami yang dikhususkan untuk mendengar dari para pembaca.
Satu pemikiran terakhir… selama bertahun-tahun para pembaca kami terkadang telah berbagi kepada kami cara-cara yang menurut mereka dapat kami lakukan untuk memperbaiki majalah kami demi kebaikan semua yang membacanya dan untuk menyajikan pesan Injil yang lebih jelas. Kami menyambut baik masukan seperti ini untuk terus disampaikan.
Semoga Allah melimpahkan berkat kepada Anda sekalian,
Curvin L. Wenger


