REMNANT Majalah

Puisi

Bukan Kehendakku

Edisi asalThe Heartbeat of The Remnant · Musim panas 2021 · Volume 25 · Nomor 2
Rumput dan air berkabut dengan rusa, separuh kiri foto dua halaman

Tuhan, rasa sakit ini seakan tak tertanggungkan.
Hal-hal yang dahulu dikasihi kini harus mati.
Begitu banyak hati yang terluka.
Tak seorang pun dapat menahan air mata.

Kami menangis, meronta, dan berdoa,
Memohon, Tuhan, agar cawan ini dijauhkan.
Kami mencoba apa pun yang kami kira dapat mengubahnya,
Namun semua upaya seakan kembali kepada kami dengan sia-sia.

Bapa, kami berseru memohon belas kasihan,
Seandainya kami semua dapat luput dari rasa sakit ini.
Namun, Tuhan, Engkau menyuruh kami menjalaninya;
Engkau telah memperjelas bahwa tangan-Mu bekerja dalam semua ini.

Pikiran kami seakan berputar saat merenungkan,
Apa sebenarnya yang hendak Engkau lakukan.
Namun kami tahu, apa pun yang kami rasakan,
Ada alasan mengapa badai ini harus kami lalui.

Maka, Bapa, kini kami bersujud di kaki-Mu,
Mengakui kuasa-Mu yang mahakuasa.
Kami tak mampu memahami setiap perinciannya,
Namun kami percaya pada akhirnya semua akan baik-baik saja.

Tolonglah kami, Bapa, agar kami diremukkan,
Menyerahkan seluruh diri kami kepada-Mu.
Hak, impian, ambisi, dan milik kami,
Membuka segalanya bagi-Mu untuk melihatnya.

Tumbuhkanlah dalam diri kami, Tuhan, kerendahan hati,
Tenang, namun dalam dan sejati.
Itulah permata yang hanya dapat diajarkan oleh pencobaan.
Tuhan, melalui semua ini, jadikanlah kami semakin serupa dengan-Mu!

Kiranya mata kami tertuju kepada-Mu, Bapa,
Bukan kepada badai dahsyat ini.
Sebab Engkau telah melalui air yang dalam ini,
Hanya yang Engkau rencanakanlah yang akan terlaksana.

Taat bahkan sampai mati, Tuhan,
Betapapun besarnya harga yang harus dibayar.
Berilah kami pandangan akan harta surgawi,
Yang nilainya tak mungkin dilampaui oleh harga duniawi.

–Oleh Adrianna H. Fanton

Rusa di dekat pohon besar dan air yang tenang dalam kabut, separuh kanan foto dua halaman
  • Rumput dan air berkabut dengan rusa, separuh kiri foto dua halaman · Unsplash.com

Referensi majalah

Bukan Kehendakku. –By Adrianna H. Fanton. The Heartbeat of The Remnant, Musim panas 2021 · Volume 25 · Nomor 2. Halaman sumber 34–35.

The Berean Voice

Unduh Markdown ↓

Artikel terkait

Baca edisi
Tajuk redaksiMusim panas 2021

Dari Redaksi

Salam dalam nama Tuhan dan Juruselamat kita yang mulia, Yesus Kristus. Saya percaya bahwa di tengah ketidakpastian dunia saat ini, hati kita menggemakan perkataan Pemazmur: Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku;…

PuisiMusim panas 2021

Panggilan

Malam begitu sunyi, udara terasa muram. Seorang pria berjalan sendirian; arah tujuannya tak jelas. Pergulatan berkecamuk dalam jiwanya yang gelisah. Ia berada di persimpangan jalan, menimbang seluruh hidupnya. Ia percaya…

PuisiMusim panas 2021

PANGGILAN SURGAWI

Karena itu, saudara-saudara yang kudus, yang mengambil bagian dalam panggilan surgawi… –Ibrani 3:1. Hikmat sejati terbit perlahan, Tahap demi tahap, nyaris tak terlihat. Melampaui buku-buku masa muda, Hikmat itu…

Tentang arsip ini

Dalami Kitab Suci, pemuridan Kristen, dan iman dalam kehidupan sehari-hari melalui halaman-halaman The Heartbeat of the Remnant.

Berlangganan melalui RSS