# Dengan Apa Kita Harus Dihiasi?

Dari Saudari untuk Saudari

Bahasa: id  
Penulis: by Leora Schmucker  
Harlan, IN  
Edisi asal: The Heartbeat of the Remnant, Musim gugur 2022, Nomor 3  
Halaman sumber: 20–22  
Baca artikel: <https://remnant.truechristian.church/id/perempuan/dengan-apa-kita-harus-dihiasi/>
PDF asli: Fall\-2022\-Remnant\.pdf
[The Heartbeat of the Remnant, Musim gugur 2022](<https://remnant.truechristian.church/id/issues/heartbeat-remnant-2022-fall/>)

Salam kasih dalam nama Yesus\! Kita punya Allah yang besar yang layak menerima segala pujian kita, segala kasih kita, dan seluruh hidup kita\!

Kita hidup di zaman di mana ada banyak gangguan\. Penguasa dunia ini sungguh berusaha menghancurkan hidup orang dengan cara apa pun\. Kita punya taman hiburan, pusat permainan video, teater, internet, Facebook, mal mode, dan apa pun yang dapat Anda bayangkan—semuanya ada di luar sana\. Tetapi Allah ingin hati kita tergerak untuk tidak terjerat oleh gangguan\-gangguan ini, melainkan bekerja bagi Dia dan Kerajaan\-Nya\. Jika kita terjerat dalam urusan hidup ini, kita tidak akan lagi punya waktu untuk Tuhan kita\. Kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan\. Tampaknya ada beberapa hal yang mencoba mencuri waktu saudari\-saudari kita yang terkasih \(baik muda maupun tua\)\. Marilah kita menyadari hal\-hal ini supaya kita bisa bebas daripadanya dan kemudian bebas untuk melayani Tuhan dengan segenap hati kita\.

Satu hal yang harus kita waspadai adalah berhias dan yang lain adalah kebodohan atau perilaku yang tidak terkendali\. Bagi saya sangat mengagumkan bagaimana Allah bekerja\. Dia memberitahu kita dalam Firman\-Nya **dengan apa kita tidak boleh** menghiasi diri, tetapi Dia juga memberitahu kita **dengan apa kita harus** menghiasi diri\. Dia memberitahu kita buah apa yang seharusnya muncul dari hidup kita, dan buah apa yang tidak seharusnya muncul dari hidup kita\. Untuk setiap jalan jahat yang ada, Allah juga menunjukkan jalan yang benar\. Saya tahu banyak dari kita tidak akan pergi ke mal mode untuk membeli pakaian kita, tetapi saya khawatir bahwa banyak dari kita masih mencari pakaian yang menonjolkan tubuh daripada memuliakan Tuhan kita\. Yesus berkata: *Berbahagialah orang yang murni hatinya: karena mereka akan melihat Allah –Matius 5:8\.*

*Hendaklah perhiasanmu bukan perhiasan lahiriah berupa kepangan rambut, pemakaian emas, atau pengenaan pakaian; tetapi hendaklah itu manusia batiniah yang tersembunyi di dalam hati, dalam sesuatu yang tidak dapat binasa, yaitu perhiasan roh yang lemah lembut dan tenang, yang di mata Allah sangat berharga\. Karena dengan cara demikianlah dahulu kala perempuan\-perempuan kudus yang percaya kepada Allah juga menghiasi diri mereka, dengan tunduk kepada suami mereka sendiri: sama seperti Sara taat kepada Abraham, menyebutnya tuan: kamu adalah anak\-anak perempuannya selama kamu berbuat baik dan tidak takut karena sesuatu yang mengejutkan –1 Petrus 3:3\-6\.*

Menghiasi diri: menghias atau mempercantik; menonjolkan; memperindah dengan sesuatu yang bersifat lahiriah atau tambahan; menampilkan keindahan atau keunggulan\.

Ingat, Allah ingin kita menghiasi diri dengan hal\-hal yang akan memuliakan Dia\. Tergantung pada jenis pakaian yang saya pilih untuk dikenakan, perhatian orang lain tertuju pada pakaian saya terlebih dahulu, bukan pada raut wajah saya\. Ketika ini terjadi maka saya yang memperoleh semua kemuliaan karena perhatian tertuju pada pakaian saya\. Tetapi jika seseorang melihat saya dan dapat melihat wajah saya yang berseri serta mengetahui bahwa saya telah bersama Yesus, maka ia akan memberikan segala kemuliaan yang layak diterima Allah, dan **kita akan menampilkan keindahan atau keunggulan Roh Allah** dalam hidup kita\.

Sekarang mari kita lihat beberapa kata lagi yang terdapat dalam teks Kitab Suci kita dan pertimbangkan maknanya:

Mengepang: melipat, melipat dua, menjalin\.

Pakaian: busana; pakaian atau hiasan lahiriah\.

Perhiasan: sesuatu yang memperindah; atau sesuatu yang, bila ditambahkan ke sesuatu yang lain, menjadikannya sangat indah dipandang mata\.

Betapa indahnya bagi Tuhan kita ketika kita dilahirkan kembali, memiliki roh yang remuk, dan menjadi lemah lembut dan tenang\. Dapatkah orang melihat buah Roh Allah dalam hidup kita—sebagai perhiasan? Sesungguhnya itu adalah perhiasan yang sangat berharga\. Ingat kita dapat menambahkan perhiasan luar pada hidup kita yang membawa kesedihan bagi Bapa kita\. Janganlah kita membuat Dia malu memanggil kita anak laki\-laki dan perempuan\-Nya\.

Lemah lembut: lembut dalam tabiat; lunak; halus; tidak mudah terpancing atau tersinggung; mau mengalah, cenderung bersabar ketika disakiti\.

Apakah kita menjadi tersinggung jika seseorang memiliki sesuatu untuk dibagikan yang akan menolong kita dalam hidup kita bersama Tuhan? Ingat Tuhan kita ingin buah kelemahlembutan menghiasi hidup kita yang telah bertobat\.

Tenang: diam; berada dalam keadaan istirahat; tidak bergerak; suka damai; tidak bergolak; tidak menyinggung orang lain; tidak membangkitkan kontroversi, kekacauan, atau masalah; lembut; lemah lembut; merasa cukup\.

Dengan setiap gaya baru yang muncul di antara kita apakah kita cepat berubah tanpa alasan lain selain menambahkan sesuatu pada tubuh kita yang hanya membawa kemuliaan kepada kita? Apakah kita puas dengan standar alkitabiah Allah untuk hidup kita? Apakah kita teguh dan berakar pada apa yang kita percayai? Apakah kita tahu mengapa kita percaya apa yang kita percayai?

Ketundukan: tindakan menaklukkan; tindakan mengalahkan dan membawa ke bawah kekuasaan orang lain\.

Apakah kita berada di bawah kekuasaan Tuhan kita dalam **setiap** aspek hidup kita?

Takut: diliputi rasa takut atau kecemasan\.

Keterkejutan: keheranan; kebingungan atau kebimbangan akibat rasa takut, keterkejutan, atau kekaguman yang tiba\-tiba\.

Kita adalah anak\-anak perempuan Sara selama kita berbuat baik, dan tidak diliputi rasa takut, kebingungan, atau kebimbangan apa pun\. Allah bukanlah sumber kekacauan—*Hukum TUHAN itu **sempurna,** mempertobatkan jiwa… –Mazmur 19:7\.* Ingat: *Takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat* \[bukan kebingungan\]*… –Amsal 9:10*\.

Menjerat diri: memilin atau menjalin sedemikian rupa sehingga tidak mudah dipisahkan; membingungkan atau mengalihkan perhatian, misalnya dengan kekhawatiran\.

Apakah kita membiarkan hidup kita terjalin dengan mode dan kebodohan dunia ini?

*Tidak seorang pun yang berperang menjeratkan dirinya dalam urusan hidup ini, supaya ia berkenan kepada dia yang telah memilihnya menjadi seorang prajurit\. Tetapi jauhilah ocehan yang tidak menghormati hal\-hal suci dan yang sia\-sia: karena itu akan membawa kepada kefasikan yang semakin besar\. Larilah juga dari hawa nafsu masa muda: tetapi kejarlah kebenaran, iman, kasih, damai, bersama mereka yang berseru kepada Tuhan dari hati yang murni –2 Timotius 2:4\-22\.*

Menjauhi: menghindari; menjaga jarak dari; tidak mengenai atau bersentuhan dengan; tidak bercampur atau bergaul dengan\.

Apakah kita menjauhi praktik\-praktik dunia ini? Lebih spesifik, apakah kita menjauhi pembicaraan yang tidak terkendali dan kosong?

Tidak menghormati yang suci: tidak hormat terhadap sesuatu yang suci; tercemar; tidak murni\.

Sia\-sia: kosong; tidak berharga; tidak mempunyai substansi, nilai, atau arti penting\.

Apa yang kita isi dalam diri kita akan keluar\. Jika kita mengisi diri dengan Firman Allah yang kudus, maka itu akan mengalir keluar dari hidup kita\. Namun, bila kita mengisi diri dengan hal\-hal yang sia\-sia maka hal itu juga akan keluar\.

Ocehan: omongan bodoh\.

Apakah pembicaraan kita berpusat pada Alkitab, atau berpusat pada barang\-barang baru yang kita beli seperti pakaian baru atau kendaraan, atau mungkin tentang semua orang yang kita temui di Facebook?

Melarikan diri: lari dengan cepat, seperti dari bahaya; bergegas menjauh dari bahaya atau kejahatan yang diperkirakan akan terjadi\.

Jika kita berada dalam kelompok orang yang pembicaraannya bodoh, apakah kita tetap tinggal karena takut kehilangan teman atau apakah kita berjalan \(atau berlari\) menjauh dari kejahatan yang diperkirakan akan terjadi atau yang berbahaya? Semakin kita menjalin hidup kita dengan cara\-cara dunia, semakin sulit untuk melepaskan diri\.

Hawa nafsu: keinginan yang kuat; hasrat untuk memiliki atau menikmati; nafsu kedagingan; keinginan terlarang akan kenikmatan daging\.

Allah akan memberikan kepada kita keinginan sejati hati kita\. Kita mungkin berkata bahwa kita menginginkan hal\-hal yang murni, tetapi jika hati kita merindukan hal\-hal yang terlarang, kita akan menyerah kepada hal\-hal itu\. Hidup kita tidak hanya terdiri dari apa yang kita katakan, tetapi yang lebih penting adalah apa yang kita jalani\. Juga, kuatkanlah hati, keinginan batiniah hati kita dapat diubah selamanya melalui operasi rohani atau “kelahiran baru”\.

Kebenaran: ketaatan aktif dan pasif Kristus, yang melaluinya hukum Allah digenapi\.

Jika kita hendak mengikuti kebenaran, maka itu berarti kita harus mengikuti ketaatan aktif dan pasif yang ditunjukkan Kristus kepada kita melalui teladan\-Nya\.

Iman: objek kepercayaan; sebuah doktrin atau sistem doktrin yang dipercayai\.

Apa realitas iman kita? Apakah kita benar\-benar percaya kepada Allah dan apa yang Dia katakan kepada kita melalui Firman\-Nya yang tertulis? Karena Abraham percaya kepada Allah maka ia sanggup “mempersembahkan” anak satu\-satunya, Ishak, yang melaluinya keturunan Abraham akan diperhitungkan\. *–lihat Ibrani 11:17 dan Kejadian 22:13\.* Jika Allah memberitahu kita dalam Firman\-Nya untuk menjauhi kefasikan karena itu akan membawa kepada lebih banyak kefasikan, maka kita perlu percaya kepada Allah dan melarikan diri dari hal\-hal itu, dan kita tidak boleh membiarkan diri kita berpikir bahwa sedikit kesenangan tidak akan berpengaruh\.

Kasih: cinta; kemurahan hati; niat baik; sikap hati yang mendorong manusia untuk memandang sesamanya dengan baik dan berbuat baik kepada mereka; ini mencakup kasih yang terutama kepada Allah Pencipta kita dan niat baik kepada semua manusia\.

Apakah kita memiliki Kasih Allah yang berdiam di dalam dan mengalir keluar dari hidup kita seperti mata air yang mengalir?

Damai: perhentian surgawi; keselarasan; kebebasan dari gangguan atau kegelisahan\.

Kita harus mengikuti teladan Juruselamat kita yang terkasih Yesus Kristus yang seluruh hidup\-Nya selaras sempurna dengan Allah Bapa\. Kristus tidak terganggu atau terusik oleh cara\-cara dunia ini, tetapi Ia tenang melakukan kehendak Bapa\-Nya\. Apakah kita demikian?

Murni: jernih; bebas dari pencemaran moral; tanpa noda; kudus; tidak tercemar\.

Kita harus mengejar buah\-buah ini atau memilikinya sebagai hiasan dalam hidup kita, dan juga mempraktikkannya bersama mereka yang mempraktikkan hal\-hal yang sama dalam hidup mereka sendiri\. Sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan\.

*Demikian juga perempuan hendaklah menghiasi diri mereka dengan pakaian yang sopan, dengan rasa malu yang sopan dan penguasaan diri; bukan dengan rambut yang dikepang, atau emas, atau mutiara, atau pakaian mahal; tetapi \(yang pantas bagi perempuan yang mengaku hidup saleh\) dengan perbuatan baik –1 Timotius 2:9\-10\.*

Rasa malu yang sopan: sifat pemalu; kesopanan yang berlebih\.

Kita harus dihiasi dengan rasa malu yang sopan dan bukan dengan sikap sembrono atau sensualitas\.

Penguasaan diri: kebiasaan bersikap tenang dan terkendali; keseriusan; kesungguhan tanpa kesedihan atau kemurungan\.

Sekalipun kita bersikap serius dan menguasai diri, kita tidak perlu bersedih tetapi kita boleh memiliki sukacita Tuhan menghiasi hidup kita\. Harus ada cahaya di mata kita karena Yesus adalah terang hidup kita\. Sesungguhnya jika Roh Allah diam di dalam kita, kita memiliki begitu banyak hal untuk disyukuri\. Itu harus nyata di setiap aspek hidup kita\.

\* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \* \*

*Karena kasih karunia Allah yang membawa keselamatan telah nyata bagi semua manusia, yang mendidik kita supaya, dengan menolak kefasikan dan hawa nafsu duniawi, kita hidup dengan menguasai diri, benar, dan saleh di dalam dunia sekarang ini –Titus 2:11\-12\.*

*Aku akan sangat bersukacita dalam TUHAN, jiwaku akan bergembira karena Allahku; sebab Ia telah mengenakan kepadaku pakaian keselamatan, Ia telah membalut aku dengan jubah kebenaran, sama seperti pengantin laki\-laki menghiasi dirinya dengan perhiasan, dan seperti pengantin perempuan menghiasi dirinya dengan permatanya –Yesaya 61:10\.*

Perhiasan kesopanan, rasa malu yang sopan, penguasaan diri, iman, kasih, damai, kebenaran, kelemahlembutan, dan ketenangan sungguh merupakan permata yang sangat berharga\. Permata\-permata ini begitu bernilai sehingga layaklah kita menyerahkan seluruh hidup kita kepada Allah di surga, Pencipta kita, dan Penebus kita, supaya kita dapat memilikinya sebagai hiasan hidup kita\. Tetapi demikian pula, jika kita menyerahkan diri kepada ilah dunia ini, kita akan mengenakan perhiasan kesombongan, iri hati, kebencian, kecemburuan, dan sebagainya\. Manakah yang lebih indah?

*Dan aku, Yohanes, melihat kota suci itu, Yerusalem baru, turun dari surga dari Allah, dipersiapkan bagaikan seorang pengantin perempuan yang berhias untuk suaminya\. Dan aku mendengar suara yang nyaring dari surga berkata: Lihatlah, Kemah Allah ada di tengah\-tengah manusia, dan Ia akan diam bersama mereka, dan mereka akan menjadi umat\-Nya, dan Allah sendiri akan menyertai mereka dan menjadi Allah mereka\. –Wahyu 21:2\-3\.*

Apakah kita mempersiapkan diri untuk bertemu Yesus? Apakah Allah diam di dalam kita? Apakah Dia Allah kita dan apakah kita umat\-Nya?

Ingat waktu berlalu cepat\. Kita bisa berada di sini hari ini dan tiada esok hari\. Apakah kita ingin bersama Yesus sepanjang kekekalan, ataukah kita ingin bersama Iblis dan malaikat\-malaikatnya? Pilihan yang kita buat untuk hidup kita hari ini akan memengaruhi di mana kita menghabiskan kekekalan\.

*Janganlah kamu tertipu; Allah tidak dapat dipermainkan: karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya –Galatia 6:7\.* Jangan tersesat\. Ayat itu juga untuk orang percaya, bukan hanya untuk orang yang belum bertobat\. Masing\-masing dari kita dapat bertanya pada diri sendiri apa yang sedang kita tabur\. Mengenai berhias, apakah kita menabur pemikiran bahwa kecantikan luar sangat penting ataukah kita menabur pemikiran bahwa kecantikan batiniah adalah hal yang paling berharga untuk dimiliki dan diperoleh? Untuk memperjelas, saya tidak berbicara tentang menjadi kotor dan tidak terawat\. Allah adalah Allah yang menyukai keteraturan dan kebersihan, tetapi Dia bukan Allah pita, simpul pita, rumbai, renda, dan pakaian mahal yang menarik\. Ingat bahwa kebanyakan orang yang menciptakan mode pakaian baru berfokus merancang pakaian agar menarik dan memikat mata\. Itulah yang membuat orang membelinya\.

Sekali lagi, ketika orang memandang kita apakah mereka memuliakan tubuh jasmani kita ataukah mereka memuji Allah atas pekerjaan yang Ia lakukan dalam hidup kita? Juga, mengenai kebodohan dan perilaku yang tidak terkendali, jika kita berakar pada firman Allah, kita tidak akan punya waktu untuk ocehan sia\-sia dan kemalasan yang mengejar kesenangan\. Marilah kita sibuk melakukan pekerjaan Tuhan kita, seperti menolong tetangga yang membutuhkan bantuan tambahan, atau berbagi kesaksian kita dengan orang yang kita temui\.

*Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang membunuh tubuh, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa; melainkan takutlah kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka –Matius 10:28\.* Ketika kita hidup di masa\-masa terakhir ini, pesan yang ada di sekeliling kita adalah bahwa asalkan kamu percaya kepada suatu allah, kamu akan baik\-baik saja\. Itu adalah pesan palsu\. Yesus memberitahu kita bahwa hanya ada satu jalan\. *Yesus berkata kepadanya: Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak seorang pun datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku\. Sekiranya kamu mengenal Aku, niscaya kamu mengenal Bapa\-Ku juga: dan sejak sekarang kamu mengenal Dia dan telah melihat\-Nya* –*Yohanes 14:6\-7\.* Puji Tuhan bahwa Allah telah memberikan kepada kita teladan untuk diikuti\.

<aside class="translation-notice" data-translation-notice="ai" lang="id" dir="ltr" role="note">
  <p>Artikel ini diterjemahkan menggunakan kecerdasan buatan OpenAI (model: gpt-6.1-sol) dan belum ditinjau oleh manusia. Naskah asli berbahasa Inggris merupakan versi yang berwenang. Jika terdapat keraguan mengenai maknanya, silakan merujuk pada naskah asli berbahasa Inggris. <a href="/en/woman/with-what-should-we-be-adorned/" data-source-article-id="6485a6ed-e76f-4142-9e27-e649823cb1a3" hreflang="en">Naskah asli bahasa Inggris</a></p>
</aside>
