# The Sands of Time Are SINKING

SEJARAH HIMNE

Bahasa: id  
Penulis: Joel A\. Hostetler  
Coshocton, OH  
Edisi asal: The Heartbeat of the Remnant, Musim semi 2024  
Halaman sumber: 32–35  
Baca artikel: <https://remnant.truechristian.church/id/kehidupan-kristen/the-sands-of-time-are-sinking/>
PDF asli: Spring\-2024\-Remnant\_for\-the\-web\.pdf
[The Heartbeat of the Remnant, Musim semi 2024](<https://remnant.truechristian.church/id/issues/heartbeat-remnant-2024-spring/>)

![Langit malam bertabur bintang di atas danau pegunungan](<https://remnant.truechristian.church/images/articles/52b9a1f9-4f4d-419d-9b36-797dfc3cb10e-1.jpg>)

Sungguh menakjubkan bagi saya melihat bagaimana Allah memakai umat\-Nya sepanjang sejarah untuk membawa kemuliaan bagi nama\-Nya\. Ia memakai hal\-hal yang lemah untuk membingungkan orang\-orang bijak; hal\-hal rendah untuk meniadakan hikmat orang\-orang cerdik di dunia\. Allah memakai kelemahan jasmani, kesulitan, kehilangan, kesedihan, kerja keras, dan rasa sakit untuk menambah harta rohani kita dan membangun Kerajaan\-Nya di bumi ini\!

Himne ini menjadi berharga bagi keluarga saya dan saya beberapa tahun yang lalu ketika kami menantikan kelahiran anak keempat kami yang memiliki gangguan genetik\. Kami tahu ia tidak bisa tinggal bersama kami dalam waktu yang lama\. Ia meninggal pada umur baru tiga hari\. Setelah meneliti himne ini, saya terkejut mengetahui bahwa pria yang kisahnya mengilhami himne ini telah kehilangan delapan dari sembilan anaknya\.

Kisah pria ini sungguh mengesankan\. 61 tahunnya di dunia ditandai oleh dukacita dan kehilangan, penganiayaan dan pemenjaraan\. Namun, pengabdiannya kepada Kristus luar biasa, dan semangatnya untuk Tuhan serta gairahnya memberitakan Injil tak pernah pudar sampai hari terakhirnya\.

Samuel Rutherford, putra seorang petani yang makmur, dilahirkan pada tahun 1600\. Hidupnya bermula di desa kecil Nisbet, Skotlandia\. Saat kita menengok kehidupannya, kita melihat tangan Allah bekerja pada tahun\-tahun awal Samuel\. Pada umur hanya tiga tahun, dia sedang bermain dengan teman\-temannya ketika ia jatuh ke dalam sumur kota\. Saudari dan teman\-temannya lari meminta tolong\. Ketika mereka kembali, mereka menemukan Samuel yang sangat basah duduk di atas rumput di sebelah sumur\. Mereka bertanya bagaimana ia bisa keluar, dan jawabnya, "Seorang pria putih yang cantik datang dan menarikku keluar dari sumur\." Keluarganya percaya bahwa Allah mengutus seorang malaikat untuk menyelamatkannya hari itu\.

Dari apa yang kita ketahui tentang Samuel Rutherford, ia memiliki dua saudara laki\-laki dan satu saudara perempuan\. Ia dikirim bersekolah ketika masih muda, dan ia menjadi seorang pelajar yang sangat tekun\. Ia belajar bahasa Latin dan Yunani begitu baik sehingga akhirnya menjadi seorang profesor\. Ia menikahi Eupham Hamilton sekitar tahun 1624, tak lama setelah ia mulai mengajar di Universitas Edinburgh\. Pada masa itu, Samuel belum bertobat dan hanya peduli mengejar tujuan akademisnya\.

Pada tahun 1626, pada usia 26 tahun, Samuel datang kepada iman yang jelas dan menyelamatkan kepada Tuhan Yesus Kristus\. Ia berkata, "Oh tetapi Kristus mempunyai mata yang menyelamatkan\. Ketika Dia pertama kali menatapku aku diselamatkan\. Hanya perlu satu tatapan dari\-Nya untuk membuat neraka melepaskan aku\." Sejak saat itu ia dipenuhi hasrat untuk berkhotbah dan berbicara tentang Juruselamatnya\. Perubahan hidup ini menimbulkan kehebohan di universitas sehingga Rutherford akhirnya mengundurkan diri dari jabatan profesor\.

Pada tahun 1627, Samuel membawa istrinya dan dua anak kecil ke Galloway, Skotlandia, tempat ia mulai melayani sebagai pendeta jemaat kecil Anwoth\. Saat ia memulai panggilannya di sana ia berkata, "Aku telah menerima komisi dari Sang Tuan yang kerajaan dan bangsawan, Tuhanku Yesus, untuk memberitakan Kristus kepada orang\-orang\." Hasratnya adalah untuk pertobatan orang\-orang, dan dikatakan bahwa ia tampak selalu berdoa, selalu berkhotbah, selalu mengunjungi orang sakit, selalu mengajar dan menasihati, selalu menulis atau belajar\. Semangat yang ia miliki dalam berkhotbah dan perhatiannya terhadap kesejahteraan jemaatnya memberi pengaruh besar bagi mereka\. Bukan hanya mereka, tetapi orang\-orang datang dari kota dan desa sekitar untuk mendengar khotbahnya\. Seorang teman pernah melaporkan, "Banyak kali aku berpikir ia akan melayang keluar dari mimbar ketika ia mulai berbicara tentang Yesus Kristus\."

Samuel tidak asing dengan dukacita dan kesedihan\. Pada tahun 1631, hanya empat tahun setelah ia memulai tugasnya sebagai pendeta, istrinya meninggal\. Dua anaknya juga jatuh sakit dan meninggalkan dunia ini\. Pada tahun 1636, setelah sembilan tahun berkhotbah, ia diusir ke Aberdeen, di mana ia dilarang berkhotbah tentang Injil\. Ini adalah masa yang sangat sulit baginya karena ia sangat merindukan istrinya dan anak\-anaknya serta jemaatnya, Gereja di Anwoth\. Masa ini dalam hidupnya memang salah satu alasan mengapa ia dikenang begitu baik, karena ia mulai menulis surat kembali kepada jemaat dan teman\-temannya\. Dari 365 surat yang ia tulis, 220 di antaranya ditulis selama 22 bulan pembuangannya ini\.

Pemerintahan akhirnya berganti tangan, yang memberi lebih banyak kebebasan kepada para Covenanter non\-konformis\. Maka Rutherford segera kembali kepada kawanan terkasihnya di Anwoth\. Sekitar setahun kemudian, pada musim gugur 1639, ia sekali lagi dengan enggan meninggalkan Anwoth tetapi kali ini untuk memenuhi penunjukan menjadi Profesor Teologi di St Mary's College di St\. Andrews\. Perubahan ini sulit baginya, karena sekali lagi ia sangat merindukan jemaatnya\. Ia menulis, "Pindahku dari kawanan adalah begitu berat bagiku, sehingga membuat hidupku menjadi beban bagiku, aku belum pernah mempunyai kerinduan sebesar untuk mati\. Tuhan tolong dan tahanlah tanah yang sedih ini\."

Setelah lima bulan di posisi barunya dan setelah hampir sepuluh tahun sendirian, Samuel yang berusia 40 tahun menikahi Jean McMath\. Bersama mereka memiliki tujuh anak\. Sayangnya, enam di antaranya meninggal pada bayi dan masa kanak\-kanak awal\. Hanya seorang putri bernama Agnes yang hidup sampai dewasa\.

Rutherford terus menjadi pemimpin berpengaruh dalam gerakan non\-konformis di Skotlandia selama 20 tahun berikutnya sampai tahun 1660\. Dengan wafatnya Cromwell, pemerintahan republik berakhir, dan Charles II dipulihkan berkuasa\. Sekali lagi, murka monarki jatuh pada Samuel\. Ia dipanggil untuk tampil di hadapan hakim dan didakwa pengkhianatan tinggi terhadap pemerintahan karena berkhotbah tentang kebenaran\. Ia dimasukkan ke penjara untuk menunggu eksekusi\. Namun, sebelum raja sempat mematikannya, Samuel menjadi sangat sakit\. Ia berkata, "Aku sudah menerima panggilan dari Hakim yang lebih tinggi, dan aku harus menjawab panggilan pertamaku dan ketika hari kalian tiba aku akan berada di tempat di mana sedikit Raja dan orang besar datang\."

Menjelang sore hari pada hari terakhir hidupnya sebagai jawaban atas pertanyaan, "Apa yang kamu pikirkan sekarang tentang Kristus?" ia menjawab demikian, "Oh, kiranya semua saudara\-saudaraku di tanah ini tahu siapa Tuan yang telah kupakai, dan damai apa yang kumiliki hari ini\! Aku akan tidur dalam Kristus, dan ketika aku bangun, aku akan dipuaskan dengan rupa\-Nya\. Malam ini akan menutup pintu, dan menaruh jangkarku di dalam tabir, dan aku akan pergi dalam tidur pada pukul lima pagi\. Kemuliaan\! kemuliaan bagi Penciptaku dan Penebusku selamanya\! Aku akan hidup dan menyembah Dia\. Oh, untuk lengan yang mampu memeluk\-Nya\! Oh, untuk kecapi yang selaras\! Kemuliaan\! kemuliaan berdiam di negeri Immanuel\!" Kata\-kata ini didengar oleh istri, putri dan teman\-temannya, dan ia memang bersama Tuhannya pada pukul lima pagi\.

Hampir dua abad kemudian, Annie Ross Cousin, seorang penyair Skotlandia dan penulis himne serta istri seorang pendeta, terinspirasi oleh kehidupan dan tulisan\-tulisan Samuel Rutherford\. Ia meringkas hidupnya dalam sebuah himne biografis, "The Sands of Time are Sinking"\. Himne ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1857 di Christian Treasury\. Dari sembilan belas bait asli, hanya empat yang digunakan dalam buku himne kita\. *\(dalam salinan tebal\)*

***The sands of time are sinking,  
 The dawn of heaven breaks,  
 The summer morn I’ve sighed for,  
 The fair, sweet morn awakes:  
 Dark, dark hath been the midnight,  
 But dayspring is at hand,  
 And glory—glory dwelleth  
 In Immanuel’s land\.***

*2\. Oh\! well it is forever,  
 Oh\! well forevermore  
 My nest hung in no forest  
 Of all this death\-doomed shore\!  
 Yea, let the vain world vanish,  
 As from the ship the stand,  
 While glory—glory dwelleth  
 In Immanuel’s land\.*

*3\. There the Red Rose of Sharon  
 Unfolds its heart\-most bloom\.  
 And fills the air of Heaven  
 With ravishing perfume;  
 Oh, to behold its blossom,  
 While by its fragrance fann’d  
 Where glory—glory dwelleth  
 In Immanuel’s land\.*

*4\. The King there in His beauty,  
 Without a veil is seen:  
 It were a well\-spent journey  
 Though seven deaths lay between:  
 The Lamb with His fair army,  
 Doth on Mount Zion stand;  
 And glory—glory dwelleth  
 In Immanuel’s land\.*

***5\. Oh\! Christ He is the fountain,  
 The deep sweet well of Love\!  
 The streams on earth I’ve tasted,  
 More deep I’ll drink above;  
 There, to an ocean fullness,  
 His mercy doth expand,  
 And glory—glory dwelleth  
 In Immanuel’s land\.***

*6\. E’en Anwoth was not heaven—  
 E’en preaching was not Christ;  
 And in my sea\-beat prison  
 My Lord and I held tryst:  
 And aye my murkiest storm\-cloud  
 Was by a rainbow spann’d,  
 Caught from the glory dwelling  
 In Immanuel’s land\.*

*7\. But that He built a heaven  
 Of His surpassing love,  
 A little New Jerus’lem,  
 Like to the one above,—  
 “Lord, take me o’er the water,”  
 Had been my loud demand,  
 “Take me to love’s own country,  
 Unto Immanuel’s land\.”*

*8\. But flowers need night’s cool darkness,  
 The moonlight and the dew;  
 So Christ, from one who loved it,  
 His shining oft withdrew;  
 And then, for cause of absence,  
 My troubled soul I scann’d—  
 But glory, shadeless, shineth  
 In Immanuel’s land\.*

*9\. The little birds of Anwoth,  
 used to count them blest,—  
 Now, beside happier alters,  
 go to built my nest:  
 O’er these there broods no silence,  
 No graves around them stand,  
 For glory, deathless, dwelleth  
 In Immanuel’s land\.*

*10\. Fair Anwoth by the Solway,  
 To me thou still art dear\!  
 E’en from the verge of Heaven  
 I drop for thee a tear\.  
 Oh\! if one soul from Anwoth  
 Meet me at God’s right hand,  
 My Heaven will be two Heavens,  
 In Immanuel’s land\!*

*11\. I’ve wrestled on towards Heaven,  
 ‘Ganst storm, and wind, and tide;—  
 Now, like a weary traveler,  
 That leaneth on his guide,  
 Amid the shades of evening,  
 While sinks life’s ling’ring sand,  
 I hail the glory dawning  
 From Immanuel’s land\.*

*12\. Deep waters cross’d life’s pathway,  
 The hedge of thorns was sharp;  
 Now these lie all behind me,—  
 Oh, for a well\-tuned harp\!  
 Oh, to join Hallelujah  
 With yon triumphant band,  
 Who sing where glory dwelleth  
 In Immanuel’s land\!*

*13\. With mercy and with judgment  
 My web of time He wove,  
 And aye the dews of sorrow  
 Were lustered with His love\!  
 I’ll bless the hand that guided,  
 I’ll bless the heart that plann’d,  
 When throned where glory dwelleth  
 In Immanuel’s land\.*

*14\. Soon shall the cup of glory  
 Wash down earth’s bitterest woes,  
 Soon shall the desert brier  
 Break into Eden’s rose:  
 The curse shall change to blessing–  
 The name on earth that’s bann’d,  
 Be graven on the white stone  
 In Immanuel’s land\.*

***15\. Oh\! I am my Beloved’s,  
 And my Beloved’s mine\!  
 He brings a poor vile sinner  
 Into His “house of wine:”  
 I stand upon His merit,  
 I know no other stand,  
 Not e’en where glory dwelleth  
 In Immanuel’s land\.***

*16\. I shall sleep sound in Jesus,  
 Fill’d with His likeness rise,  
 To live and to adore Him,  
 To see Him with these eyes:  
 ‘Tween me and resurrection  
 But Paradise doth stand;  
 Then—then for glory dwelling  
 In Immanuel’s land\!*

***17\. The bride eyes not her garment,  
 But her dear Bridegroom’s face;  
 I will not gaze at glory,  
 But on my King of Grace—  
 Not at the crown He giveth,  
 But on His pierced hand:  
 The Lamb is all the glory  
 Of Immanuel’s land\.***

*18\. I have borne scorn and hatred,  
 I have borne wrong and shame,  
 Earth’s proud ones have reproach’d me,  
 For Christ’s thrice blessed name:  
 Where God His seal set fairest  
 They’ve stamp’d their foulest brand;  
 But judgment shines like noonday  
 In Immanuel’s land\.*

*19\. They’ve summoned me before them,  
 But there I may not come,—  
 My Lord says, “Come up hither,”  
 My Lord says, “Welcome home\!  
 My King now at His white throne,  
 My presence doth command,  
 Where glory—glory dwelleth  
 In Immanuel’s land\.*

Melodi pelengkap yang halus untuk teks ini disusun pada awal tahun 1800\-an oleh seorang musisi Prancis, Chretien D\`Urhan\. Melodi itu sangat cocok dengan kata\-kata himne—tempo yang khidmat sesuai dengan kesakralan kata\-katanya\. Garis melodi yang naik pada frasa terakhir sangat cocok dengan sukacita yang dinantikan yang diungkapkan oleh bait pengulangan—"And glory, glory dwelleth in Immanuel's land\."

Saat kita menyudahi sejarah himne ini, marilah kita terus takjub atas penyelenggaraan Allah dalam kehidupan mereka yang telah mendahului kita\. Semoga kita mengikuti Kristus dengan segenap hati dan menjadi bejana yang siap dipakai Sang Tuan\! Satu kutipan terakhir oleh Samuel Rutherford untuk kita bawa\. "They lose nothing who gain Christ\."

*Informasi untuk artikel ini bersumber dari 101 Hymn Stories, A Treasury of Hymns, Crichbaptist\.org\.*

<aside class="translation-notice" data-translation-notice="ai" lang="id" dir="ltr" role="note">
  <p>Artikel ini diterjemahkan menggunakan kecerdasan buatan OpenAI (model: gpt-5-mini-2025-08-07) dan belum ditinjau oleh manusia. Naskah asli berbahasa Inggris merupakan versi yang berwenang. Jika terdapat keraguan mengenai maknanya, silakan merujuk pada naskah asli berbahasa Inggris. <a href="/en/christian-living/the-sands-of-time-are-sinking/" data-source-article-id="52b9a1f9-4f4d-419d-9b36-797dfc3cb10e" hreflang="en">Naskah asli bahasa Inggris</a></p>
</aside>

## Referensi majalah

- [Langit malam bertabur bintang di atas danau pegunungan](<https://remnant.truechristian.church/images/articles/52b9a1f9-4f4d-419d-9b36-797dfc3cb10e-1.jpg>): Nathan Leinbach
