# Karya Kristus yang Telah Selesai

Artikel Unggulan

Bahasa: id  
Penulis: Larry Zook – Kalona, IA  
Curvin L Wenger – Dalton, OH  
Edisi asal: The Heartbeat of The Remnant, Musim semi 2019, Nomor 1  
Halaman sumber: 29–32  
Baca artikel: <https://remnant.truechristian.church/id/kehidupan-kristen/karya-kristus-yang-telah-selesai/>
PDF asli: Spring\-2019\-Remnant\.pdf
[The Heartbeat of The Remnant, Musim semi 2019](<https://remnant.truechristian.church/id/issues/heartbeat-remnant-2019-spring/>)

![Adegan penyaliban yang memperlihatkan Yesus di kayu salib bersama para prajurit dan orang\-orang yang menyaksikan](<https://remnant.truechristian.church/images/articles/ba09e248-cc12-4573-9db1-cceb885953ac-1.jpg>)

> *Setelah Yesus menerima anggur asam itu, Ia berkata, **Sudah <u>selesai:</u>** lalu Ia menundukkan kepala\-Nya dan menyerahkan nyawa\-Nya\. –Yoh 19:30*

Selama setahun terakhir, ketika kami mengembangkan artikel ini, kami semakin menyadari minat yang terus bertumbuh terhadap pokok bahasan ini\. Berbagai makalah dan buklet telah ditulis, atau sedang ditulis, tentang hal ini\. Sebagian tulisan membahas berbagai *teori* khusus tentang pendamaian, sementara yang lain menalar berbagai *istilah* atau ***ayat Alkitab\.*** Gagasan dan pernyataan apa mengenai pendamaian yang terdapat dalam ajaran Kitab Suci yang jelas, dan mana yang merupakan kesalahpahaman atau penafsiran yang keliru?

## I\. Pendamaian

Istilah pendamaian biasanya dipahami sebagai penjelasan tentang ***seluruh*** atau ***sebagian*** dari apa yang terjadi secara rohani \(bagi orang percaya\) ketika Kristus mengalami penderitaan, kematian, dan kebangkitan\-Nya\. Terkadang istilah pendamaian digunakan untuk menjelaskan hal yang membawa laki\-laki dan perempuan ke keadaan “diperdamaikan” \(menjadi satu\) dengan Allah\. Bagaimana peristiwa dalam sejarah itu masih memengaruhi kita hari ini, sekitar 2\.000 tahun kemudian?

Dalam pembahasan ini, ada kecenderungan untuk melupakan bahwa karya Kristus yang telah selesai mencakup banyak aspek, yang masing\-masing menghasilkan dampak berbeda bagi orang percaya pada masa kini\. Aspek\-aspek yang berbeda ini meliputi Penderitaan Kristus, Darah\-Nya, Kematian\-Nya, Penguburan\-Nya, Kebangkitan\-Nya, dan Kenaikan\-Nya\.

### a\. Penderitaan\-Nya

Penderitaan\-Nya mencakup penderitaan fisik, emosional, dan mental yang ditanggung\-Nya, yang berpuncak pada kematian\-Nya di kayu salib\. Di sini kita melihat bahwa *…Kristus harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga … supaya pertobatan dan pengampunan dosa diberitakan dalam nama\-Nya… –Luk 24:46\-47\.* Hamba yang menderita, sebagaimana digambarkan dalam seluruh Yesaya pasal 53, memberikan gambaran yang jelas tentang aspek pendamaian ini\. Yesaya menggambarkan Dia sebagai *…tertikam oleh karena pemberontakan kita, \[dan\] …diremukkan oleh karena kejahatan kita: –Yes 53:5\.* Di sini kita juga melihat kenyataan bahwa *oleh bilur\-bilur\-Nya kita menjadi sembuh\. –Yes 53:5\.* Akhirnya, kita melihat bahwa *Dia ditindas dan dianiaya… –Yes 53:7,* dan bahwa Ia menanggung *…kesusahan jiwa\-Nya… –Yes 53:11*

Perhatikan beberapa ayat lagi dari sekian banyak ayat yang berbicara tentang penderitaan\-Nya: *Sebab Kristus juga telah menderita sekali untuk segala dosa, Dia yang benar untuk orang\-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah… –1Ptr 3:18; Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita\-Nya –Ibr 5:8; Sebab memang sepatutnya Allah, yang bagi\-Nya dan oleh\-Nya segala sesuatu dijadikan, membawa banyak orang kepada kemuliaan, menyempurnakan Pemimpin keselamatan mereka melalui penderitaan –Ibr 2:10\.*

Satu tujuan penderitaan Yesus yang terkadang terlupakan ialah bahwa sebagai orang percaya, kita harus mengambil bagian dalam penderitaan\-Nya, sebagaimana dinyatakan dalam ayat\-ayat berikut: *Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah\-limpah dalam penderitaan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan yang berlimpah\-limpah –2Kor 1:5; …jika kita menderita bersama\-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama\-sama dengan Dia –Rm 8:17; Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan\-Nya dan persekutuan dalam penderitaan\-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian\-Nya –Flp 3:10\.*

### b\. Darah\-Nya yang Ditumpahkan

Darah Kristus yang ditumpahkan demi pendamaian manusia berdosa perlu dipertimbangkan dengan saksama sebagai aspek penting tersendiri dari keseluruhan karya itu\. Tentu saja, hal ini termasuk dalam poin *a\.* dan *c\.,* tetapi Kitab Suci juga memberikan banyak perhatian kepada bagian khusus ini\. Mungkin diperlukan sebuah buku lengkap untuk menguraikan aspek ini, tetapi ada satu hal yang perlu kita perhatikan\. Melalui penumpahan darah Yesus, kita menerima penyelesaian khusus dari Allah bagi pengampunan dosa\-dosa kita, sebagaimana disampaikan dalam perkataan Yesus sendiri: *Sebab inilah darah\-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa –Mat 26:28\.*

Dalam Ibrani pasal 9 dan 10, terdapat penjelasan yang sangat terperinci tentang bagaimana “korban darah” Perjanjian Lama tidak sempurna pada dirinya sendiri; sebaliknya, korban itu merupakan “gambaran” yang menunjuk ke depan kepada korban yang sempurna—Yesus, Anak Domba Allah\. Dalam konteks inilah kita mendapati bahwa *…hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan **<u>tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.</u>** –Ibr 9:22\.* Hal ini sangat penting untuk diingat ketika kita mempertimbangkan bahwa sebagian orang menyatakan Allah dapat begitu saja mengampuni dosa tanpa *kematian* atau *penumpahan darah* jika Ia menghendakinya\. Mereka menggunakan kisah dalam Matius 18:23\-35 sebagai ayat bukti\. Sebaiknya kita mempertimbangkan bahwa kisah ini mengungkapkan “mengapa” \(belas kasihan\) dari hasilnya, **bukan** “bagaimana” secara terperinci\. Kita tidak dapat mencabut kisah ini dari konteks Kitab Suci dan membangun doktrin yang meruntuhkan seluruh bagian Kitab Suci lainnya\. Karena itu, kita menyimpulkan bahwa dalam tatanan Allah, Ia telah menetapkan bahwa dosa **harus** dibasuh oleh darah Kristus—*Dan dari Yesus Kristus, yang … telah membasuh kita dari dosa\-dosa kita dengan darah\-Nya sendiri, –Why 1:5\.*

*Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma\-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus\. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah\-Nya, untuk menunjukkan keadilan\-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa\-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran\-Nya –Rm 3:23\-25\.* Di sini kita melihat bahwa bagi siapa pun di antara kita yang telah berdosa \(kita SEMUA\), pendamaian kita dimungkinkan melalui iman dalam darah\-Nya \(Yesus\)\.

### c\. Kematian\-Nya

Yesus berkata, *…Aku memberikan nyawa\-Ku bagi domba\-domba itu –Yoh 10:15,* dan Ia berkata lagi, *…Aku memberikan nyawa\-Ku, supaya Aku menerimanya kembali\. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada\-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak\-Ku sendiri\. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali… –Yoh 10:17\-18\.*

*Tetapi kita melihat Yesus, yang untuk waktu yang singkat dibuat lebih rendah daripada malaikat\-malaikat, karena <u>penderitaan maut</u>, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami <u>kematian bagi semua orang.</u> Sebab memang sepatutnya Allah, yang bagi\-Nya dan oleh\-Nya segala sesuatu dijadikan, membawa banyak orang kepada kemuliaan, menyempurnakan Pemimpin keselamatan mereka melalui penderitaan\. –Ibr 2:9\-10\.* Ketika kamu mengambil bagian dalam perjamuan kudus, *…kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang –1Kor 11:26\.*

*Tidakkah kamu tahu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus Yesus, telah dibaptis dalam kematian\-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama\-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru\. –Rm 6:3\-4*

Pada masa Yesus berada di bumi inilah bagian diri\-Nya yang duniawi dan fana terpisah dari bagian yang surgawi, kekal, dan baka\.

### d\. Penguburan\-Nya

Kita kembali memperhatikan, sebagaimana dirujuk di atas, kebenaran bahwa *Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama\-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian… –Rm\. 6:4\.* Walaupun semua aspek ini merupakan bagian dari keseluruhan, penguburan melambangkan *…sebutir gandum jatuh ke dalam tanah dan mati… –Yoh 12:24\.* Pertama berakhirnya kehidupan \(darah ditumpahkan\), lalu kematian, kemudian penguburan, lalu kebangkitan\. Penguburan menegaskan bahwa kematian telah terjadi\. Penguburan membawa penutup, penyelesaian, dan akhir bagi keadaan sebelumnya\. Penguburan merupakan sela waktu yang perlu antara kematian dan kebangkitan\.

Itu juga merupakan saat Yesus masuk ke Hades, tempat jiwa\-jiwa orang yang telah meninggal, yang hanya sedikit kita ketahui melalui beberapa ayat Kitab Suci\.

### e\. Kebangkitan\-Nya

Dalam kebangkitan\-Nya, kita dibangkitkan bersama Dia dalam hidup yang baru\. \(Roma 6:4\) *…di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh imanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati –Kol 2:12\.* Jadi, dalam kebangkitan\-Nya kita dibangkitkan bersama Dia dari kematian \(jika sebelumnya kita mati\) dan diberi kuasa untuk hidup dalam hidup yang baru \(kuasa untuk menang atas dosa\)\.

![Yesus yang telah bangkit menampakkan diri di hadapan para penjaga dekat kubur](<https://remnant.truechristian.church/images/articles/ba09e248-cc12-4573-9db1-cceb885953ac-2.jpg>)

### f\. Kenaikan\-Nya

Dalam kenaikan\-Nya, kita memahami bahwa *…Ia terangkat dan awan menutup\-Nya dari pandangan mereka\. –Kis 1:9\.* Karena Ia meninggalkan bumi inilah, kita menerima banyak hal penting bagi kehidupan orang percaya pada masa kini\. Roh Kudus tersedia setelah Yesus meninggalkan bumi ini\. Kita memiliki janji bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat kediaman yang lebih baik agar suatu hari kelak kita dapat bergabung dengan\-Nya dalam sukacita kekal\. Yesus duduk di sebelah kanan takhta Allah dan menjadi Pengantara bagi kita\. Yesus bertindak sebagai Imam Besar kita yang turut merasakan kelemahan kita, yang mengetahui dan memahami setiap kebutuhan dan pergumulan kita, sebab Ia telah mengalami hidup di bumi yang berdosa dalam tubuh fana\.

---

Di sini kita mulai melihat bagaimana setiap bagian Pendamaian menghasilkan dampak yang berbeda bagi orang percaya, dan bahwa setiap bagian itu hanyalah—SATU BAGIAN\. Bagian dari keseluruhan\. Bagian dari karya Kristus yang telah selesai\. Daftar\-daftar ini masing\-masing dapat terus berlanjut hingga memenuhi halaman demi halaman dengan semua berkat dan manfaat yang dimungkinkan bagi orang percaya\. Demi menghemat tempat, untuk saat ini kita akan berhenti di bagian ini dan melanjutkan sisa artikel ini, tetapi semoga hal ini mendorong kita masing\-masing untuk lebih merenungkan perkara\-perkara ini dalam Firman Allah\.

## II\. Pernyataan umum yang tidak sesuai dengan Alkitab

Ada beberapa pernyataan populer yang mungkin kita dengar mengenai pendamaian, tetapi tidak menggambarkan dengan tepat apa yang diajarkan Kitab Suci\. Namun, karena pernyataan\-pernyataan itu populer dalam percakapan kita, atau mungkin bahkan merupakan lirik lagu yang dikenal, hal itu dapat menyimpangkan pemahaman kita tentang karya Kristus yang telah selesai\. Sebagai contoh, mari kita perhatikan pernyataan berikut:

### a\. *“Kristus menggantikan tempat saya di Kalvari\.”*

Ini mungkin tampak seperti kesimpulan yang logis, karena Ia mati bagi kita, *…Dia yang benar untuk orang\-orang yang tidak benar… –1Ptr 3:18\.* dan Ia mati supaya kita dapat hidup\. Tidak diragukan bahwa Ia melakukannya *demi* kita, tetapi kata depan *demi* dapat dipahami dalam beberapa cara yang berbeda\. Kata itu dapat berarti *menggantikan tempat saya,* atau dapat berarti *demi kepentingan saya\.* Sebagian besar Kitab Suci dengan jelas menekankan bahwa Ia mati demi kepentingan saya, tetapi gagasan tentang penggantian secara langsung kurang jelas\. Penekanan pada penggantian membawa kita pada gagasan berikut: Ia mati menggantikan tempat saya, jadi saya tidak perlu mati\. Jika ini menjadi cara utama untuk memikirkan pendamaian, kita mungkin melewatkan hal yang sama pentingnya—karena Ia mati, saya pun harus mati bersama Dia\. Lihat Rm 6:1\-11

### b\. *“Kesalahan atas dosa saya ditimpakan kepada Kristus\.”*

Ada ayat\-ayat yang berbicara tentang Kristus menanggung dosa\-dosa kita\. *Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri\-Nya untuk menanggung dosa banyak orang… –Ibr 9:28* dan, *Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh\-Nya di kayu salib… –1Ptr 2:24\.* Namun, apa pemahaman yang tepat tentang arti “menanggung \(memikul\) dosa\-dosa kita”? Kita TIDAK menemukan ayat Kitab Suci yang mendukung gagasan bahwa **kesalahan** atas dosa saya dipindahkan kepada Kristus\. Kristus menyerahkan diri\-Nya sebagai **korban** untuk dosa \(Ibr 10:10\-12\), sebagai **pendamaian** bagi dosa\-dosa kita \(1Yoh 2:1\), untuk menghapus dosa, bahkan menjadi pengampunan dosa\. Karya besar untuk menangani dosa ini terlaksana tanpa Dia pernah kehilangan keadaan\-Nya sebagai Anak Domba yang tidak bercacat\.

Ada satu ayat yang perlu kita perhatikan mengenai pokok ini: *Dia \[Allah\] yang tidak mengenal dosa telah dibuat\-Nya \[Yesus\] menjadi dosa karena kita… –2Kor 5:21\.* Ketika kita melihat kata Yunani dalam ayat ini yang diterjemahkan sebagai “dosa” dan membandingkan ayat ini dengan semua ayat Kitab Suci lainnya, tampaknya maksud ungkapan ***menjadi dosa*** dijelaskan lebih tepat sebagai ***menjadi korban penghapus dosa\.*** Jiwa Kristus tidak dinodai oleh kesalahan atas dosa kita, sebab jika demikian Ia tidak dapat mempertahankan kedudukan\-Nya *…sebagai anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat –1Ptr 1:19\.* Pemahaman yang tepat tentang maksud Ia menanggung dosa\-dosa kita ialah bahwa *Ia menanggung kewajiban untuk melunasinya\.*

### c\. *“Ia menanggung murka Allah atas diri\-Nya\.”*

Mengenai murka Allah, kita tahu bahwa *…barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya –Yoh 3:36; …murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman –Rm 1:18; …dan pada dasarnya adalah orang\-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain –Ef 2:3\.*

Namun, pendamaian telah dilakukan, dan kemudian, dalam Roma, dikatakan, *Lebih\-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah\-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah melalui Dia –Rm 5:9\.* Jadi, jelas bahwa kita kini terhindar dari murka Allah terhadap kita karena dosa ketika kita dibenarkan oleh darah\-Nya\. Namun, Kitab Suci tidak mengatakan bahwa Kristus menanggung murka Allah\. Mungkin tampak seperti kesimpulan logis bahwa jika murka Allah telah diredakan dan pendamaian sedang dilakukan, maka murka Allah atas dosa pasti menimpa Kristus, tetapi Kitab Suci tidak menyatakan demikian\. Jika kita melihat gambaran Abraham yang mempersembahkan anaknya, Ishak, tidak ada murka dari pihak Abraham\. Akhirnya, Allah “mendamaikan dunia dengan diri\-Nya oleh Kristus”; dan yang ditekankan di sini ialah bahwa pengorbanan Kristus untuk menghapus dosa menunjukkan kepada kita betapa besar kasih Bapa kepada kita\.

### d\. *“Allah tidak lagi memandang saya; yang dilihat\-Nya hanya Kristus\.”*

Pendamaian tidak seharusnya dipandang, seperti yang mungkin dilakukan banyak orang, sebagai selubung dosa \(untuk menutupinya\)\. Kadang\-kadang hal ini juga dinyatakan demikian: “Karena Kristus mati di kayu salib untuk dosa saya, dan saya percaya kepada\-Nya, sekarang hanya kebenaran Kristus yang dilihat Allah\. Ketika Allah memandang saya, Dia tidak lagi melihat dosa saya; yang dilihat\-Nya hanya kebenaran Kristus\.” Pandangan ini mengandung banyak kekeliruan, dan akibatnya banyak orang menjadi lengah dan toleran terhadap dosa dalam hidup mereka sendiri\. Melalui pendamaian dalam Kristus, Allah telah menyediakan bagi kita segala sesuatu yang diperlukan untuk disucikan dan dijadikan kudus, tetapi tidak, Allah tidak memperhitungkan kebenaran Kristus ke dalam rekening kita\. Tujuan Allah dalam pendamaian adalah menjadikan kita benar dengan menghapus dosa kita\. Kita harus menganggap diri kita telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah\. Ini tidak berarti bahwa kita telah mencapai keadaan sempurna, tetapi kita membiarkan pendamaian terus bekerja dalam hidup kita\.

---

Untuk saat ini, di bagian III, kami menyampaikan pernyataan\-pernyataan rangkuman, dan di bagian IV dan V kami hanya menempatkan subjudul\. Jika Tuhan menghendaki, kita dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk menguraikan masing\-masingnya dalam artikel mendatang\. Sampai saat itu, kami mendorong setiap orang untuk melakukan pendalaman Alkitab sendiri agar lebih memahami seluruh ajaran Kitab Suci mengenai pokok ini\. Akhirnya, keinginan tulus kami ialah agar kita masing\-masing memperhatikan supaya kita tidak disesatkan oleh banyak suara dari luar maupun dari dalam yang hendak digunakan Iblis untuk memalingkan gereja Yesus Kristus dari *…iman yang telah disampaikan kepada orang\-orang kudus\. –Yud 1:3*

## III\. Hal\-hal yang TIDAK dilakukan Pendamaian

### a\. TIDAK memindahkan kesalahan dari satu orang kepada orang lain

Seperti telah kami nyatakan di atas, kesalahan kita tidak menodai jiwa Kristus\. Ia menyediakan pendamaian supaya dosa\-dosa kita dapat diampuni\. Ia mempersembahkan, atau dijadikan, korban penghapus dosa, dan Ia terluka karena pemberontakan kita; melalui tindakan ini dosa kita dihapus dan kesalahan kita disingkirkan, tanpa menjadikan Dia bersalah menggantikan tempat kita\.

### b\. TIDAK memindahkan kebenaran dari satu orang kepada orang lain—dari Kristus kepada kita

Melalui Yesus Tuhan kita, kita menerima segala sesuatu yang diberikan kepada kita dan yang berguna untuk hidup yang saleh\. Kita dapat mengatakan bahwa kebenaran kita hanya ada di dalam Dia, tetapi kita tidak mengatakan bahwa kebenaran\-Nya entah bagaimana diperhitungkan ke dalam rekening kita ketika kita berkekurangan\. Lihat juga pembahasan di bawah tentang hidup dalam Terang\.

### c\. TIDAK melindungi kita dari bahaya/Tidak membangun pagar perlindungan di sekeliling kita

Bapa kita yang berdaulat melindungi kita sesuai dengan kehendak\-Nya\. Perlindungan kita tidak berasal dari pendamaian, melainkan dari hubungan kita dengan Allah ketika kita berjalan dengan iman dalam ketaatan dan mendekat kepada\-Nya\. Allah melindungi milik\-Nya sesuai dengan kehendak\-Nya\. Tidak ada jaminan bahwa hal\-hal buruk tidak akan terjadi; sebaliknya, Allah berjanji bahwa Ia akan menyertai anak\-anak\-Nya dalam apa pun yang Ia izinkan mereka alami\.

### d\. Tidak menjauhkan Iblis dari kita

Bapa kita melakukan hal itu sesuai dengan kehendak\-Nya \(lihat Ayub 1 dan 2, juga 1 Kor 10:13\)\. Kita tidak perlu “memohon darah sebagai perlindungan kita” seolah\-olah darah Kristus adalah sarana untuk mengusir kuasa\-kuasa jahat\. Kita memiliki perlengkapan senjata Allah, perisai iman, dan pedang Roh, disertai segala doa, untuk mengalahkan kuasa kegelapan\.

---

## IV\. Hal\-hal yang dilakukan Pendamaian

<ol type="a">
    <li>Mendamaikan</li>
    <li>Menyediakan korban untuk dosa</li>
    <li>Menyediakan korban penghapus dosa</li>
    <li>Menebus</li>
    <li>Membayar tebusan</li>
    <li>Menyediakan pengampunan dosa</li>
    <li>Menyediakan penghapusan dosa</li>
    <li>Menyucikan kita</li>
    <li>Memungkinkan Allah memandang kita tidak bercela</li>
    <li>Menjadikan kita benar di hadapan Allah</li>
    <li>Membuat orang percaya menjadi bagian dari keluarga Allah</li>
    <li>Membuat orang percaya menjadi saudara-saudari</li>
  </ol>

## V\. Apa yang SEMUANYA telah *selesai*

<ol type="a">
    <li>Penderitaan-Nya</li>
    <li>Pencobaan-pencobaan-Nya</li>
    <li>Pekerjaan-Nya di bumi—pemberitaan dan pengajaran-Nya</li>
    <li>Sistem pengorbanan—<em>korban-korban itu, yang tidak mungkin menghapus dosa –Ibr 10:11</em></li>
    <li>Hukum Taurat—<em>adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang… –Gal 3:24</em></li>
    <li>Akses yang terbatas kepada Allah—<em>Dan tabir Bait Suci terbelah dua… –Mrk 15:38</em></li>
  </ol>

<aside class="translation-notice" data-translation-notice="ai" lang="id" dir="ltr" role="note">
  <p>Artikel ini diterjemahkan menggunakan kecerdasan buatan OpenAI (model: gpt-6-luna) dan belum ditinjau oleh manusia. Naskah asli berbahasa Inggris merupakan versi yang berwenang. Jika terdapat keraguan mengenai maknanya, silakan merujuk pada naskah asli berbahasa Inggris. <a href="/en/christian-living/the-finished-work-of-christ/" data-source-article-id="ba09e248-cc12-4573-9db1-cceb885953ac" hreflang="en">Naskah asli bahasa Inggris</a></p>
</aside>
