# Bagaimana Kita Mempersiapkan Anak Perempuan Muda Kita untuk Masa Depan?

Bahasa: id  
Penulis: by Helen Leibee  
Edisi asal: The Heartbeat of The Remnant, Juli/Agustus 2004, Nomor 4  
Halaman sumber: 18–21  
Baca artikel: <https://remnant.truechristian.church/id/kaum-muda/bagaimana-kita-mempersiapkan-anak-perempuan-muda-kita-untuk-masa-depan/>
PDF asli: 2004\-07\-remnant\.pdf
[The Heartbeat of The Remnant, Juli/Agustus 2004](<https://remnant.truechristian.church/id/issues/heartbeat-remnant-2004-07/>)

![Close\-up sekuntum mawar\.](<https://remnant.truechristian.church/images/articles/c6596509-ad91-49b6-a55b-d850c3b72c14-1.jpg>)

Kadang\-kadang, saya dan suami, orang\-orang lain di gereja kami, atau pelayanan kaset menerima surat yang menanyakan bagaimana kami mempersiapkan para gadis muda yang telah lahir baru untuk masa depan mereka\. Surat\-surat ini sering menanyakan apakah kami mengirim anak\-anak perempuan kami ke universitas, sekolah Alkitab, seminari, dan sebagainya\. Saat ini ada dua belas anak muda berusia tiga belas tahun ke atas yang tinggal di rumah kami, dan sebelumnya ada banyak anak muda lainnya; kami telah menghabiskan banyak waktu untuk berdoa dan menerapkannya secara praktis dalam hal ini\. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan itu berdasarkan pengalaman kami sendiri\. Saya yakin ada orang lain yang dapat menambahkan banyak hikmat tentang hal ini\. Ini hanyalah sudut pandang satu keluarga\.

Anak\-anak perempuan muda yang telah bertobat dan tinggal di rumah membawa begitu banyak sukacita, semangat, dan kelembutan ke dalam rumah\. Mereka adalah penolong, teman, pejuang doa, dan pemberi semangat yang luar biasa\! Sekarang merekalah yang mengajar *kami\!* Namun, masa pelatihan mereka belum berakhir\. Sebagaimana banyak orang di dunia menghabiskan banyak uang untuk mendidik anak\-anak muda mereka di perguruan tinggi, kami juga ingin menginvestasikan waktu, kasih, dan doa kami untuk melanjutkan persiapan anak\-anak muda kami menjalani hidup\! Mereka adalah harta berharga, dan mereka merupakan masa depan Kerajaan Allah jika Yesus belum datang kembali\.

Tampaknya, dalam kitab Titus, ketika petunjuk diberikan tentang cara melatih perempuan muda, kita harus melatih mereka SEOLAH\-OLAH mereka akan menikah dan melahirkan anak\. Kita tahu bahwa sebagian perempuan dipanggil untuk melayani Allah dalam keadaan lajang, dan kita ingin anak\-anak perempuan kita merasa puas dengan keadaan apa pun yang Allah pilih bagi mereka\. Kami menjelaskan kepada anak\-anak perempuan kami bahwa ada kemungkinan mereka tidak akan menikah, tetapi kami juga menjelaskan bahwa pelatihan ke arah itu tetap akan sangat bermanfaat\. Jika mereka tetap lajang, dalam banyak hal mereka tetap akan berada dalam “lingkup” yang sama: di rumah bersama orang tua atau saudara kandung; membantu sebuah keluarga di ladang misi; bekerja di rumah Kristen bagi penyandang disabilitas, anak yatim, atau orang lanjut usia, dan sebagainya\. Allah memiliki rencana yang luar biasa untuk memakai setiap perempuan muda ini demi kemajuan Kerajaan\-Nya\.

## Mengelola Rumah Tangga

Karena itu, kami dengan sungguh\-sungguh berusaha melatih mereka dalam mengelola rumah tangga: tugas sehari\-hari menjaga rumah, hidup mandiri \(sejauh memiliki kemampuan menjahit, memasak, mengawetkan makanan, dan berkebun\), serta menjadikan rumah tempat berlindung yang rapi dan sederhana, yang mencerminkan Yesus dan bukan selera dunia\. Hal ini menyita banyak waktu mereka, dan pelajaran\-pelajaran ini menyenangkan\. \(Sekarang anak\-anak perempuan saya sudah lebih mahir daripada saya dalam sebagian besar tugas ini, sehingga tidak lagi menjadi pelajaran, melainkan banyak latihan yang diselingi nasihat\.\) Sungguh berkat ketika anak\-anak perempuan menemukan sukacita dalam tugas sehari\-hari ini—hal itu akan membawa keanggunan dan keindahan bagi rumah tangga mereka kelak\. Ketika seorang ibu di rumah menikmati tugas\-tugasnya, suasana tenteram pun tercipta\.

## Melatih Anak

Kami membimbing mereka dalam cara melatih anak: membimbing anak\-anak dengan kasih, mengajarkan kebenaran Allah kepada mereka, dan mendisiplinkan mereka\. Setiap hari kami berhenti sejenak untuk menunjukkan kepada anak\-anak perempuan yang lebih tua saat\-saat pelatihan yang sangat halus dan sering kali luput dari perhatian\. Kami mengajak mereka ke samping dan menjelaskan mengapa kami menangani dosa atau kebiasaan tertentu dalam diri seseorang dan apa akibatnya jika hal itu dibiarkan\. Kami menunjukkan ayat\-ayat Kitab Suci kepada mereka, memperdengarkan rekaman kaset, membiarkan mereka mendengar isi hati kami tentang penerapannya, dan mengakui kegagalan kami\. Kami terbuka kepada mereka mengenai persoalan pelatihan yang sulit dan berbicara kepada mereka tentang disiplin yang penuh kasih, bahkan kadang\-kadang mengajak mereka menyaksikan cara kami menangani pemberian hukuman\. Meskipun kami mendorong mereka mendengarkan kaset atau membaca *The Pursuit of Godly Seed*, kami tetap berpendapat bahwa menyaksikan penerapan langsung serta melihat kemenangan dan kegagalan di rumah mereka sendiri adalah cara yang paling efektif\.

## Membantu di Rumah Tangga Lain

Kadang\-kadang anak\-anak perempuan kami mendapat kesempatan istimewa untuk membantu di rumah tangga lain\. Hal ini memperkenalkan mereka kepada perempuan\-perempuan saleh lainnya dan cara\-cara lain mengelola rumah tangga\. Kami tidak ingin mereka kaku dan mengira cara kami adalah satu\-satunya cara\. Sebenarnya, saya senang membicarakan pengalaman mereka bersama mereka setelah mereka pulang, karena ***saya*** juga terus belajar\!

## Menerima Teguran

Selain dalam hal mengelola rumah tangga, kami terus berupaya dengan tekun dalam hal rohani\. Salah satu bidangnya adalah menerima teguran\. Pada usia ini, kami berusaha keras agar anak\-anak perempuan sampai pada titik di mana mereka SANGAT INGIN agar dosa atau kekurangan apa pun dalam diri mereka ditunjukkan\. Kami sedang mempersiapkan mereka agar mau diajar dan siap ketika suami, pelayan Tuhan, atau orang berwenang lainnya dalam hidup mereka datang untuk menegur atau memberi nasihat\. Kami percaya bahwa kita hidup pada zaman ketika anak\-anak muda \(semua orang?\) sama sekali tidak diajar demikian\. Sering kali segala bentuk teguran, baik secara langsung maupun dari mimbar, ditanggapi dengan rasa tersinggung, sakit hati, penyangkalan, dan sebagainya, di dunia maupun bahkan di gereja\. Kami berusaha melatih anak\-anak muda kami agar tidak takut ditegur dan sering kali banyak yang dapat diperoleh darinya\. Saat anak\-anak muda kami berusia sekitar lima belas tahun, mereka bahkan sering datang meminta kami untuk menyoroti suatu bagian dalam hidup mereka\. Tidak jarang kami menerima catatan atau mendengar mereka mengatakan langsung seperti ini: “Sudah beberapa waktu ini Anda tidak datang kepada saya untuk membicarakan hal tertentu dalam hidup saya\. Tolong, jika Anda melihat sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan, datanglah dan tunjukkan kepada saya\. Saya sangat ingin bertumbuh dan menjadi semakin serupa dengan\-Nya\.” Mereka tulus dalam permintaan mereka; mereka menginginkan masukan dan menerima teguran dengan rasa syukur\. Puji Tuhan\. Ini jauh lebih menggembirakan daripada mata kuliah tingkat perguruan tinggi tentang “Etika”\.

## Bagaimana Kami Menangani Rasa Tersinggung

Terkait dengan hal yang sama ini, kami memperhatikan bahwa pada zaman ini, di gereja, tempat usaha, dan keluarga, ada kecenderungan besar orang merasa sakit hati atau tersinggung karena hal\-hal kecil\. Cara kita menangani rasa tersinggung sangatlah penting\. Pada tahun\-tahun berikutnya ini, kami meluangkan waktu untuk membantu anak\-anak muda kami benar\-benar menghidupi ayat, “Besarlah ketenteraman pada orang\-orang yang mencintai Taurat\-Mu, dan tidak ada batu sandungan bagi mereka\.” Mazmur 119:165\.

Banyak rasa tersinggung timbul karena kita menduga seseorang bermaksud mengatakan, mengatakan, atau sekadar menyiratkan sesuatu yang merendahkan diri kita secara pribadi atau membuat kita tampak kurang baik\. Pertama\-tama, melalui perkataan dan teladan, kami berusaha melatih mereka agar memberi kelonggaran dan menganggap bahwa mungkin kita salah menangkap maksudnya \(sebab kita seharusnya berpikir baik tentang orang lain, terutama saudara seiman\)\. Selain itu, kami berusaha merendahkan hati dan menyadari bahwa sesungguhnya kita memiliki banyak kekurangan dan mungkin ada benarnya dalam pendapat orang itu tentang kita\. Ketiga, kami berusaha membantu mereka memahami bahwa sekalipun seseorang benar\-benar keliru, kita harus menyadari berapa kali dalam hidup ini kita telah melakukan kesalahan yang tidak dilihat atau diketahui siapa pun; karena itu, tentu tidak banyak merugikan kita jika sisi\-sisi baik dari karakter atau kepribadian kita juga kadang\-kadang tidak diketahui orang\! Atau jika kita disalahpahami\.

Anda mungkin mengira ini hal\-hal kecil, tetapi banyak istri merasa gelisah dan terlalu peka karena mereka begitu sering tersinggung\. Mereka dapat menghindari bertahun\-tahun air mata, luka hati, pertengkaran, dan sesi konseling yang sia\-sia\! Dan menyediakan lebih banyak waktu untuk melayani dan memperhatikan orang lain\. Jalan Allah begitu berbeda dari jalan manusia dan begitu indah\!

## Roh yang Lemah Lembut dan Teduh

Kami melatih anak\-anak perempuan kami agar tenang dan lemah lembut, tidak menonjol di tengah keramaian\. Sebenarnya, bersikap lembut dan tenang bertentangan dengan kebanyakan sifat alami kami\. Dalam kedagingan, kami ingin menjadi pusat perhatian—diperhatikan—menjadi yang tercantik, paling berbakat, atau paling cerdas\. Masyarakat masa kini mendorong anak\-anak perempuan untuk menonjol dalam hal\-hal ini\. Kadang\-kadang hal itu dilakukan secara halus \(menulis buletin panjang pada hari libur yang membanggakan setiap pencapaian anak\-anak\) dan kadang\-kadang secara terang\-terangan \(pertunjukan bakat dan kontes kecantikan\.\) Kami ingin mengajarkan kepada perempuan muda cara Allah, yaitu memiliki roh yang lemah lembut dan teduh\. Roh yang mengasihi Yesus dan ingin nama\-Nya ditinggikan\.

## Tidak Takut kepada Manusia

Sambil melatih mereka agar lemah lembut dan tenang, kami juga melatih mereka agar TIDAK takut kepada manusia dan tidak takut berbicara tentang Yesus\. Kami menyediakan kesempatan bagi mereka untuk menyangkal diri dalam hal rasa malu\. Kami berkumpul bersama keluarga\-keluarga lain dan meminta mereka menyampaikan laporan tentang tema\-tema yang ditugaskan, dan sebagainya\. Kami memberi mereka kesempatan untuk melakukan penginjilan dari rumah ke rumah \(secara berkelompok\) di pusat kota\. Mereka melakukannya dalam peran pendukung, bukan sebagai pemimpin\.

## Melayani Mereka yang Menderita dan Para Janda

Kami mendorong anak\-anak perempuan untuk melayani mereka yang menderita dan para janda\. Mereka sering menulis pesan kasih, meluangkan waktu untuk berdoa, atau mengantarkan makanan maupun hadiah\. Saya berharap kami melakukannya lebih sering lagi\!

## Mempelajari Alkitab

Kami mendorong anak\-anak muda kami untuk mempelajari Alkitab secara menyeluruh\. Saya sangat bersyukur suami saya mengajar anak\-anak dari Alkitab selama bertahun\-tahun, dengan mempelajari dan membahas kitab\-kitab tertentu dalam Alkitab sejak mereka masih kecil sampai hari mereka meninggalkan rumah\. Ada hari\-hari ketika kami melewatkannya\. Ada hari\-hari ketika kami berkumpul dua kali, dan ada hari\-hari ketika hanya sekali\. Kadang\-kadang kami membaca buku\-buku misionaris atau buku\-buku rohani lainnya\. Namun selama bertahun\-tahun, ada berjam\-jam pengajaran Alkitab, dan betapa banyaknya hal itu tertanam dalam pikiran dan hati anak\-anak muda kami\. Selain itu, kami beruntung berada di gereja tempat Firman Allah diajarkan dalam Roh dan kebenaran\. Khotbah dan pesan\-pesan lainnya disimpan dalam arsip pelayanan kaset kami, sehingga tersedia topik\-topik selama bertahun\-tahun untuk pertumbuhan jiwa\. Kadang\-kadang anak\-anak muda kami mempelajari serangkaian kaset lama tentang memenangkan jiwa atau berpuasa\. Terkadang mereka mempelajari metode untuk menjangkau umat Muslim\. Firman Allah tersedia secara luas, baik secara langsung maupun melalui kaset\. Namun yang terutama, selama tahun\-tahun penting ini anak\-anak muda dengan tekun mencari Firman itu sendiri\.

## Pelatihan Medis Intensif Misionaris

Sekitar usia dua puluh tahun, kami mengizinkan anak laki\-laki dan perempuan kami mengikuti kursus intensif selama seminggu, dua belas jam sehari, yang disebut “Missionary Medical Intensive\.” Bagi seorang gadis, kursus ini mempersiapkannya untuk menjadi penolong yang sepadan jika suaminya menghabiskan waktu di ladang misi\. Atau memungkinkannya membantu keluarga misionaris atau bekerja di klinik misi\. Di akhir kursus ada bagian tentang pertolongan persalinan darurat\. Buku\-buku teksnya merupakan sumber daya yang sangat berharga untuk masa depan dan ditulis oleh para dokter Kristen\. Tidak semua anak muda kami akan mengikuti kursus ini\. Hal itu bergantung pada visi dan keadaan mereka\.

## Pelatihan Misionaris Tingkat Lanjut

Kadang\-kadang beberapa gadis dari gereja kami mengikuti kursus Pelatihan Misionaris Tingkat Lanjut selama tiga minggu di Carolina Utara\. Kursus itu terbukti bermanfaat bagi banyak calon misionaris\. Kami hanya akan merekomendasikan gadis\-gadis yang sangat berkomitmen, dan itu pun hanya dalam kelompok agar mereka dapat saling menguatkan dan menopang dalam hidup yang murni di hadapan Tuhan\. Jika salah seorang putri kami berpacaran dengan seorang pria yang akan pergi ke ladang misi, kemungkinan besar kami akan mengirimnya mengikuti kursus ini bersama kelompok jika calon suaminya menginginkannya\.

## Mengasihi Tuhan Yesus dengan Sungguh\-sungguh

Sebelum anak\-anak kami meninggalkan rumah, kami ingin mereka mengasihi Tuhan Yesus dengan sungguh\-sungguh\. Kami ingin mereka memiliki tekad kuat bahwa mereka siap dan sangat rela mati demi perjuangan Kristus\. Hal ini dicapai melalui banyak doa dan pengajaran; banyak membaca tulisan tentang para martir dan para misionaris yang berdedikasi \(*berdedikasi*, bukan *diagung\-agungkan\)*; serta berjam\-jam berdiskusi\. Kami mengamati titik balik yang, sejauh yang dapat kami pastikan, tampaknya merupakan penyerahan diri yang sungguh\-sungguh untuk tujuan itu\.

Itulah beberapa gagasan kami tentang mempersiapkan perempuan muda yang saleh\. Jangan merasa kewalahan karenanya\. Itu adalah daftar ***kami***, bukan daftar ***Anda\.*** Dan hal\-hal itu diupayakan selama rentang masa muda mereka yang panjang, yang bisa berlangsung antara lima hingga sepuluh tahun, bergantung pada definisi Anda tentang masa muda dan berapa lama mereka tinggal di rumah\. Dan hal itu merupakan sukacita\. Semua ini disertai doa dan diupayakan dengan iman bahwa Yesus Kristuslah yang memampukan kami, dan kehadiran\-Nya dalam hidup mereka yang menjadikan mereka alat untuk dipakai\-Nya\. Kami tidak selalu ***membimbing*** anak\-anak perempuan ini\. Oh, tidak\. Kami bekerja bahu\-membahu dengan mereka dan setiap hari belajar dari mereka hal\-hal yang membuat kami semakin serupa dengan gambar\-Nya\. Kiranya Tuhan terus memimpin kita semua saat kita melayani\-Nya bersama\-sama\.

> **Didiklah “seorang anak” menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya ia tidak akan menyimpang dari jalan itu\.** Amsal 22:6

<aside class="translation-notice" data-translation-notice="ai" lang="id" dir="ltr" role="note">
  <p>Artikel ini diterjemahkan menggunakan kecerdasan buatan OpenAI (model: gpt-6-luna) dan belum ditinjau oleh manusia. Naskah asli berbahasa Inggris merupakan versi yang berwenang. Jika terdapat keraguan mengenai maknanya, silakan merujuk pada naskah asli berbahasa Inggris. <a href="/en/youth/how-do-we-prepare-our-youth-girls-for-the-future-2/" data-source-article-id="c6596509-ad91-49b6-a55b-d850c3b72c14" hreflang="en">Naskah asli bahasa Inggris</a></p>
</aside>
