# Kejatuhan Joey

SUDUT ANAK\-ANAK

Bahasa: id  
Penulis: Rosa Tindall  
Millersburg, OH  
Edisi asal: The Heartbeat of The Remnant, Musim panas 2019, Nomor 2  
Halaman sumber: 18–19  
Baca artikel: <https://remnant.truechristian.church/id/anak-anak/kejatuhan-joey/>
PDF asli: Summer\-2019\-Remnant\.pdf
[The Heartbeat of The Remnant, Musim panas 2019](<https://remnant.truechristian.church/id/issues/heartbeat-remnant-2019-summer/>)

> ***Anak\-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal:*** *sebab hal ini berkenan kepada Tuhan –Kol 3:20\.*

Bertahun\-tahun yang lalu, ada seorang anak laki\-laki bernama Joey yang tinggal bersama ayah dan ibunya di pinggiran sebuah kota\. Suatu hari, ayah Joey memberinya sebuah sepeda baru berwarna merah dan putih, yang sudah lama diinginkannya\.

Ada sebuah bukit besar dekat rumah mereka, tempat anak\-anak lelaki yang lebih besar di lingkungan itu senang mengendarai sepeda\. Ayah Joey dengan tegas melarangnya bersepeda bersama anak\-anak lelaki itu di bukit, karena hal itu terlalu berbahaya\. Sebagai gantinya, ia hanya diizinkan bersepeda menyusuri trotoar yang rata dan mulus, melewati banyak rumah, melalui sebuah gang kecil, lalu akhirnya kembali lagi ke rumahnya\.

Seiring berlalunya hari dan minggu, kegiatan itu mulai terasa kurang menyenangkan\. Ia memandang dengan iri ketika anak\-anak lelaki yang lebih besar itu menuntun sepeda mereka menaiki bukit, hampir tepat di depan rumahnya\. Sesampainya di puncak, mereka akan menaiki sepeda dan, sambil berseru riang, melaju menuruni jalan beraspal, lalu berbelok cepat ke jalan yang menyambung di kaki bukit\.

“Wah, kami datang\!” seru mereka saat melesat lewat, sementara Joey terus mengayuh dengan tenang mengitari blok kecil tempat tinggalnya, lagi dan lagi\.

“Ayo, Joey\!” teriak anak\-anak lelaki itu\. “Mengapa kamu tidak ikut naik bersama kami? Lihat betapa serunya kami\! Kamu terlalu takut,” ejek mereka\.

Joey terlalu malu untuk mengatakan kepada mereka bahwa ayahnya melarangnya karena ia masih terlalu kecil dan mungkin terjatuh dari sepeda lalu terluka\. Anak\-anak lelaki itu hanya akan semakin mengejeknya, jadi ia tetap diam\. Betapa ia ingin ikut naik dan menunjukkan kepada teman\-temannya bahwa ia tidak takut\. Joey berpikir, “Mungkin kalau aku sekali saja menuruni bukit itu, Ayah akan sadar bahwa aku tidak sekecil itu lagi\. Lalu Ayah akan bangga kepadaku dan mengizinkanku menuruni bukit bersama anak\-anak lelaki yang lebih besar kapan pun aku mau\. Oh, betapa serunya itu\.” Pikiran itu saja membuat jantungnya berdebar cepat karena tidak sabar\.

Joey tidak perlu menunggu lama untuk mendapat kesempatan\. Ayahnya akan pergi beberapa hari untuk urusan pekerjaan\. Joey berpikir bahwa inilah kesempatannya untuk membuktikan kepada ayahnya bahwa ia mampu bersepeda bersama anak\-anak lelaki yang lebih besar\. Dengan penuh semangat dan harap\-harap cemas, ia membawa sepedanya naik ke bukit\. Ia merasa begitu dewasa saat bersama anak\-anak lelaki yang lebih besar itu\. Ayahnya pasti salah\! Sekarang ia akan membuktikan kepada semua orang bahwa ia lebih tahu daripada siapa pun tentang apa yang mampu dan tidak mampu ia lakukan\.

![Seorang anak laki\-laki muda tersenyum, mengenakan helm dan berdiri bersama sepeda merah](<https://remnant.truechristian.church/images/articles/33d9d1e5-4428-473d-9549-730d3d980dca-1.jpg>)

Dengan berlari kecil dan melompat, ia sudah berada di atas sepedanya\. Saat sepeda itu melaju semakin cepat, ia menggenggam setang dengan lebih erat\. Pada saat itu, salah seorang anak lelaki nakal yang sedang menaiki bukit melemparkan sebuah batu ke arah ban Joey saat ia melesat lewat\. Joey membelok tajam untuk menghindari batu itu\. Sebelum ia tahu apa yang terjadi, ia sudah melayang di udara tanpa sepedanya\. Ia berguling, terseret, dan terbentur\-bentur sebelum akhirnya berhenti dengan rasa sakit\. Joey benar\-benar berantakan\. Celana dan bajunya robek\. Tangan, lutut, dan wajahnya terluka dan memar\. Ia tak lagi berpikir untuk menjadi pahlawan di bukit sepeda yang hebat itu\. “Pahlawan” kecil kita yang telah dibuat rendah hati itu dibawa pulang kepada ibunya, yang dengan penuh kasih dan simpati membersihkan serta membalut luka\-lukanya\.

Keesokan harinya ayah Joey pulang\. Ketika melihat perban pada anaknya dan sepeda yang rusak, ia langsung menebak apa yang telah terjadi\. Sepeda Joey disimpan selama beberapa minggu sebagai hukuman atas ketidaktaatannya\.

Joey duduk di tepi jalan sementara anak\-anak lelaki itu berlomba menuruni bukit, lalu terus ke jalan yang lain\. Kini Joey tidak ingin lagi diam\-diam pergi dan bersepeda bersama anak\-anak lelaki yang lebih besar\. Ia telah belajar dari pengalamannya—untuk selalu menaati ayahnya, bahkan ketika ia merasa lebih tahu\. Ia menyadari bahwa ayahnya bukan berusaha merusak kesenangannya, melainkan berusaha menjaganya agar tetap aman\.

Ketika Joey kembali diizinkan bersepeda, ia cukup puas bersepeda dengan tenang mengitari blok kecil rumah\-rumah tempat tinggalnya\. Mulai sekarang ia akan menaati ayahnya, bukan hanya dalam hal keselamatan, tetapi dalam segala hal\.

<aside class="translation-notice" data-translation-notice="ai" lang="id" dir="ltr" role="note">
  <p>Artikel ini diterjemahkan menggunakan kecerdasan buatan OpenAI (model: gpt-6-luna) dan belum ditinjau oleh manusia. Naskah asli berbahasa Inggris merupakan versi yang berwenang. Jika terdapat keraguan mengenai maknanya, silakan merujuk pada naskah asli berbahasa Inggris. <a href="/en/children/joey-s-downfall/" data-source-article-id="33d9d1e5-4428-473d-9549-730d3d980dca" hreflang="en">Naskah asli bahasa Inggris</a></p>
</aside>
